Sebuah Ukiran Jejak Digital, Rekam Jejak Sang Pemimpi Mulai Dikenal
Halo, Sahabat.
Hari ini saya berkesempatan bercerita tentang awal mula menulis blog mulai dari merintis, kesan-kesan, pengalaman tak terlupakan, hingga prestasi yang sudah didapat dari perjalanan menulis blog.
Sebenarnya, menuliskan tentang ini seolah membuka kembali beragam kisah yang membuat diri ini hampir tidak percaya bisa sampai di titik ini. Seorang penulis yang awalnya merasa nol besar perihal ngeblog kini bisa memiliki tujuh blog berdomain TLD.
Ehm, ternyata punya satu blog berdomain TLD itu bikin candu. Jadi, setelah punya satu blog malah berakhir dengan punya blog lainnya, lo. Apakah ada Sahabat Khansa yang samaan? Oh, ya, Sahabat Khansa adalah panggilan khusus pada pengunjung blog bertagline Rekam Jejak Sang Pemimpi ini. Sahabat bisa kepoin lebih lanjut di menu tentang saya.
Langkah Pertama Rekam Jejak Sang Pemimpi
Mula saya menulis blog, sungguh tidak disengaja. Saya seorang penulis di media, terbiasa berburu alamat pengiriman naskah ke media-media cetak. Setiap ada rubrik redaksi menjadi satu yang sayang favoritkan. Setelah menulis sesuai ketentuan, satu tulisan meluncur ke email redaksi.
Berdasarkan hal tersebut ada naskah yang diterima dan ditolak. Setiap pemuatan, tentu saja saya tak lupa untuk mengunggahnya di halaman media sosial. Postingan tersebut mengundang banyak tanggapan. Isinya kurang lebih mempertanyakan perkara cara pengiriman naskah.
Pertanyaan tersebut tak persis sama, tetapi membutuhkan jawaban yang tak jauh berbeda oleh karena itu saya mulai berpikir bagaimana cara praktis menjawab pertanyaan serupa. Memang sih bisa main copy paste. Namun kata sapaan untuk tiap orang tentu berbeda, dan ada printilan lain yang hanya menyasar pribadi, kan.
Berdasarkan latar belakang tersebut, cukup menjadi alasan bagi saya untuk kemudian menuliskan tata cara mengirim naskah ke media tersebut secara lengkap. Ya, seperti rangkuman dari banyak pernyataan, kan. Hasilnya, tulisan tersebut lebih detail, sehingga setiap rekan penulis yang bertanya mendapatkan jawaban tidak hanya sesuai pertanyaannya, tetapi juga hal lain yang mungkin luput ia tanyakan tetapi sudah ditanyakan rekan lain.
Saya pun memilih blog yang pada saat itu masih ada embel-embel blogspot. Alasannya, karena tulisan di blog bisa dibuat sepanjang yang diinginkan penulis. Apalagi pada zaman itu, blog teman-teman yang saya temukan masih dipasangi sticker dan lagu-lagu. Saya terkesima dengan rumah maya yang saya temukan. Jadilah ngeblog menjadi hal yang menyenangkan. Berbagi informasi dengan leluasa sembari mempercantik rumah maya di sana-sini berdasarkan hasil referensi.
Alhamdulillah, postingan-postingan terkait hal pengiriman naskah ke media masih punya pembaca hingga lima tahun setelah blog ini berdomain TLD. Meskipun masa jua yang akhirnya membuat media-media tersebut tak selamanya ada. Beberapa ada yang sudah tergerus zaman. Ada pula yang beralih dari platform cetak ke platform online.
Kesan-kesan dan pengalaman tak terlupakan bersama blog ini sesungguhnya ada banyak jika dilihat dari beberapa sudut pandang. Satu hal yang berkesan, mungkin saat saya harus rela menata hati kembali saat salah satu domain blog saya berpindah kepemilikan. Bukan karena saya telat melakukan pembayaran domain, tetapi terkait teknis lain dengan provider.
Hampir setiap hari saya mengecek keberadaan domain tersebut sambil berdoa semoga tidak ada orang lain yang berkeinginan menggunakannya. Domain blog yang saya pikirkan sepenuh hati sebelum membelinya itu ternyata dihargai sekitar 54 juta! Bukan hal mudah menebus pembayaran dengan harga segitu, kan.
Perlahan dari hasil pengamatan, saya bisa melihat bahwa harga tersebut berubah seiring waktu. Sepertinya setiap perubahan menggunkaan setengah dari harga sebelumnya. Seingat saya, lanjutan dari 54 juta adalah 27 juta, 14 juta, 7 juta, hingga terakhir 1,5 juta. Oh, ya, website tersebut menampilkan bilangan dalam dolar, ya. Jumlah di atas adalah hasil konversi saya ke dalam nilai rupiah.
Tepat di angka 1,5 juta, saya melihat bahwa waktu domain tersebut parkir di sana sudah mendekati satu tahun. Dari pada setelah 1,5 juta itu berubah ke awal lagi atau malah ada yang ambil segera, saya berpikir agak lama, mempertimbangkan segala kemungkinan sampai akhirnya memutuskan untuk membeli domain tersebut di angka 1,5 juta!
Alhamdulillah untuk pembayaran saya tidak mengalami kesulitan berarti karena saya memiliki saldo di Paypal hasil dari job beberapa waktu yang lalu di Intellifluence, salah satu platform job.
Kini domain tersebut telah berhasil saya miliki. Saat ada job beberapa waktu yang lalu, alhamdulillah, biaya pembelian domain tempo hari juga sudah kembali. Saya terharu setiap mengingat perjalanan domain tersebut. Kesedihan yang saya harus terima setelah hari itu digantikan Allah Swt. dengan cara terindah.
Prestasi yang sudah didapat dari perjalanan menulis blog mungkin juga belum sebanyak teman blogger lainnya. Namun saya selalu antusias jika ada lomba blog diadakan. Sayangnya, lomba blog tidaklah sebanyak tahun-tahun sebelum saya berkecimpung dalam dunia blogging. Setidaknya beberapa prestasi yang sudah saya raih seperti yang saya rangkum dalam halaman Capaian Rekam Jejak Sang Pemimpi berhasil menjadi salah satu pengingat di satu waktu nanti bahwa saya adalah seorang yang senantiasa ingin belajar mencoba hal baru dengan sungguh-sungguh.
BloggerDay 2025, Rayakan 10th Bloggercrony
Mengikuti BloggerDay 2025 Bloggercrony sebagai Komunitas Blogger Indonesia secara hybrid pada 22-23 Februari kemarin berhasil membuat saya makin cinta pada dunia blogging ini. Beberapa teman blogger yang hadir secara offline, bisa saya saksikan dari layar zoom. Betapa mereka orang yang dianugerahi semangat untuk terus bertumbuh bersama blog. Perjalanan mereka menuju tempat acara dari daerah domisili tentu satu hal yang layak mendapatkan puji.
Limiting Belief
Materi terkait Limiting Belief = Persepsi Kita tentang Kita Yang Membatasi Kemampuan yang disampaikan oleh pemateri Mr. Harry Wahyudi membuat saya bertanya lebih dalam pada diri. Apakah benar bahwa perasaan negatif seperti:
- Merasa Tidak Pintar/Tidak Mampu
- Merasa Tidak Punya Resources
- Terlalu Muda/Terlalu Tua
- Takut Hasil Tidak Bagus
- Takut Dibandingkan
- Takut Diomongin Orang
- Takut Kehilangan Zona Nyaman
- Tidak Perlu Tujuan, Mengalir Aja
- Takut Gagal
Adalah menjadi alasan bahwa terkadang diri ini sulit berkembang dan stagnan dalam satu posisi. Ya, mungkin benar adanya. Seperti saya yang dulu ketika belum melangkah dalam dunia blogging dengan salah satu alasan besar karena khawatir tulisan saya tidaklah sesuai dengan standar penulisan blog. Padahal, tentang dari tidak tahu menjadi tahu bisa didapatkan dari hasil belajar, kan? Saya luput pada hal itu.
Pada akhirnya, pertemuan hybrid tersebut berhasil membawa dampak berarti bagi saya bahwa SYARAT MEMBUAT DREAM itu tidaklah terlalu susah, tetapi tentu saja perlu persiapan khusus seperti:
- Harus merupakan kebutuhan, bukan semata Keinginan
- Sense of Urgency / Alasan yang sangat Kuat
- Burning Desire
- Ada Batas Waktu
- Spesifik / Detail
- Harus Besar
- Achievable
- Bisa Kita Visualisasikan
- Kata dan Kalimat Positif
Profil Bloggerpreneur yang turut Berpartisipasi dalam #BloggerDay2025
#BloggerDay2025 sukses digelar tak lepas dari dukungan BloggerPreneur para pendukung kegiatan dan hadiah di antaranya, Zindo Mart Toko aneka kurma, madu, dan oleh-oleh haji & umroh, Bukufaridapane koleksi novel berbagai genre, spray deodoran tawas kalium Milla Vanilla Hand Made Product, produk dekorasi dinding, tote bag, tumbler, gelas, dan pernak-pernik menarik dari Kamiya Project.
Ada pula dukungan dari Yayasan Indah Berbagi sebagai lembaga non profit yang mempunyai misi menjadi yayasan yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Yayasan Indah Berbagi bertujuan melahirkan ekosistem yang memberdayakan masyarakat pedesaan melalui program-program di bidang Keagamaan, Ekonomi, Sosial dan Budaya, Pendidikan, dan Lingkungan.
Yayasan Indah Berbagi sebagai yayasan sosial di kabupaten Bogor, kecamatan Parung, mempunyai beberapa unit usaha ekonomi mandiri yang semuanya dikelola oleh relawan dan sebagian keuntungan usaha ini untuk mendukung kegiatan sosial yayasan. Unit usaha ekonomi mandiri yang mendukung kegiatan BloggerDay 2025 adalah Saung Kampung Sawah dan Warkop Boy. Selain menyediakan berbagai menu makanan dan minuman, Saung Kampung Sawah juga, menyediakan fasilitas menginap dan meeting room, baik yang bernuansa pedesaan ataupun ruangan berpendingin dengan fasilitas meeting room pada umumnya.
Saya beruntung dan merasa sangat bersyukur menjadi salah satu blogger terpilih dan tergabung dalam keluarga besar Komunitas Bloggercrony Indonesia dalam perhelatan besar ini. Jangan lelah untuk terus meneguhkan AKAR (Aktif, Kreatif, Adaptif, Relevan), Mengukir Jejak Digital. Selamat #10thBloggercrony! (*)